Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Teori belajar sains

  Halo semuanya, selamat datang di blog ku🤗👋🏻

Perkenalkan, saya Siti Sinta Maulidia Rohmah mahasiswa S2 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat Kali ini saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini, dari artikel yang berjudul "Fostering scientific creativity in science education through scientific problem-solving approaches and STEM contexts: a metaanalysis". Selamat membaca.

(Sumber: Link Artikel)

Tujuan
    Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana pendekatan scientific problem-solving dan pembelajaran berbasis STEM mampu mendorong pengembangan kreativitas ilmiah dalam pendidikan sains. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kreativitas seringkali dipandang sekunder dalam pembelajaran sains, yang lebih dominan diarahkan pada penguasaan konsep-konsep teoretis dan kemampuan kognitif rendah. Padahal, di era globalisasi dan disrupsi teknologi, kreativitas menjadi salah satu kompetensi inti yang menentukan daya saing suatu bangsa. Oleh karena itu, tujuan artikel ini tidak hanya relevan dalam konteks pendidikan sains, tetapi juga penting dalam kerangka SDG 4: Quality Education.

Metode
    Penelitian ini menggunakan pendekatan meta-analisis, yakni mengumpulkan, meninjau, dan mengintegrasikan sejumlah penelitian sebelumnya yang berfokus pada penerapan problem-solving dan STEM dalam kaitannya dengan kreativitas ilmiah. Pendekatan ini dipilih karena memberikan gambaran yang lebih luas dan objektif dibandingkan studi tunggal. Meta-analisis memungkinkan penulis untuk mengidentifikasi pola umum, memperkirakan efek secara kuantitatif, serta mengevaluasi konsistensi hasil antarpenelitian. Namun, kualitas meta-analisis sangat ditentukan oleh kualitas studi primer yang digunakan. Jika penelitian-penelitian sebelumnya memiliki kelemahan metodologis, maka hasil meta-analisis juga rentan terpengaruh.

Hasil
    Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi problem-solving dalam konteks STEM terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan kreativitas ilmiah siswa. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis masalah nyata cenderung lebih mampu berpikir divergen, menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menghubungkan konsep lintas disiplin, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis sekaligus kreatif. Konteks STEM yang bersifat aplikatif menjembatani teori dengan praktik, sehingga kreativitas siswa tidak berhenti pada ranah ide, tetapi juga diwujudkan dalam keterampilan teknis. Hasil ini memperlihatkan relevansinya dengan SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, karena pendidikan yang menekankan kreativitas ilmiah akan berkontribusi pada lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang sains dan teknologi.

Kesimpulan
    Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan problem-solving dan STEM adalah strategi efektif untuk menumbuhkan kreativitas ilmiah siswa. Penelitian ini memperkuat argumen bahwa sistem pendidikan perlu bergeser dari paradigma tradisional menuju paradigma baru yang lebih interaktif, kontekstual, dan menekankan pada pemecahan masalah nyata. Dari sudut pandang SDGs, kesimpulan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education), serta memberi kontribusi tidak langsung pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

Kelebihan
    Kekuatan utama artikel ini adalah penggunaan meta-analisis yang memungkinkan penulis memberikan gambaran yang lebih luas dan komprehensif. Selain itu, fokus pada kreativitas ilmiah sebagai variabel kunci merupakan nilai tambah yang relevan dengan tren global dalam pendidikan.

Kekurangan
    Penelitian ini memiliki sejumlah kelemahan, di antaranya keterbatasan inheren dalam meta-analisis yang bergantung pada kualitas studi primer, fokus yang masih dominan pada efek jangka pendek, serta belum cukup membahas isu pemerataan akses. Jika dikaitkan dengan SDG 10: Reduced Inequalities, perlu diperhatikan bagaimana
pendekatan STEM problem-solving bisa diterapkan secara inklusif di sekolah dengan fasilitas terbatas.

Novelty
    Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi problem-solving, konteks STEM, dan kreativitas ilmiah, yang sebelumnya jarang dibahas secara bersamaan dalam penelitian meta-analisis. Artikel ini menunjukkan bahwa kreativitas ilmiah dapat ditumbuhkan secara sistematis melalui pendekatan problem-solving di dalam konteks STEM. Dalam perspektif SDGs, novelty ini memperlihatkan bagaimana SDG 4 (Quality Education) bisa dirancang agar lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

Refleksi Kritis terhadap SDGs
    Artikel ini memberi kontribusi utama pada SDG 4: Quality Education, karena mendukung peningkatan mutu pendidikan sains yang relevan dengan tuntutan abad 21. Implikasinya juga menyentuh SDG 8: Decent Work and Economic Growth, serta SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure. Kritik penting adalah bahwa artikel ini belum banyak membahas bagaimana pendekatan STEM problem-solving bisa dijalankan dalam konteks pendidikan yang tidak merata. Hal ini relevan dengan SDG 10: Reduced Inequalities, agar kreativitas benar-benar bisa dikembangkan secara inklusif.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Studi kasus KKN Tematik, community service

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Isu lokal: air, energi, sampah, pangan, kesehatan → keterkaitan SDGs