Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Isu lokal: air, energi, sampah, pangan, kesehatan → keterkaitan SDGs

  Halo semuanya, selamat datang di blog ku🤗👋🏻

Perkenalkan, saya Siti Sinta Maulidia Rohmah mahasiswa S2 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat Kali ini saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini, dari artikel yang berjudul "Synergizing sustainability: a critical review on harnessing agroforestry for biomass, carbon sequestration, and water-foodenergy nexus". Selamat membaca.



(Sumber: Link Artikel)

Tujuan

    Artikel ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dan mengulas secara kritis peran agroforestri dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Fokus utama diarahkan pada tiga aspek: (1) potensi agroforestri dalam menyediakan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, (2) kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, dan (3) kontribusinya dalam kerangka water–food–energy nexus. Dengan kata lain, artikel ini ingin menegaskan bahwa agroforestri tidak sekadar praktik pertanian ramah lingkungan, melainkan pendekatan sistemik yang bisa mengatasi berbagai isu global sekaligus. Tujuan ini jelas sejalan dengan SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 13 (Climate Action), SDG 2 (Zero Hunger), dan SDG 15 (Life on Land).


Metode

    Artikel ini menggunakan metode critical review, yaitu dengan menyintesis dan mengkritisi berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Pendekatan ini dipilih karena isu agroforestri bersifat multidimensi dan lintas sektor, sehingga memerlukan tinjauan yang luas. Keunggulan metode ini adalah mampu memberikan gambaran menyeluruh dan menemukan pola umum dari berbagai studi. Namun, secara kritis, metode ini juga memiliki keterbatasan. Pertama, kualitas temuan sangat bergantung pada studi primer yang dikaji. Kedua, tidak adanya data primer membuat artikel ini kurang memberi bukti empiris baru, sehingga fungsinya lebih pada memperkuat diskursus daripada menghadirkan penemuan asli.


Hasil

    Sintesis literatur dalam artikel ini menunjukkan tiga temuan besar: 1. Biomassa: Agroforestri berpotensi menjadi sumber energi terbarukan melalui produksi biomassa. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendukung transisi energi bersih. 2. Penyerapan karbon: Sistem agroforestri mampu menyimpan karbon dalam jumlah signifikan, baik di vegetasi atas permukaan maupun di tanah. Ini menjadikannya instrumen penting untuk mitigasi perubahan iklim. 3. Water–food–energy nexus: Agroforestri memberikan kontribusi penting pada keterhubungan air, pangan, dan energi. Pohon dalam sistem agroforestri membantu menjaga siklus hidrologi, meningkatkan kesuburan tanah, dan mendukung produktivitas pangan.


Kesimpulan

    Artikel menyimpulkan bahwa agroforestri merupakan salah satu strategi paling menjanjikan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan menyatukan kepentingan lingkungan (konservasi dan mitigasi iklim), sosial (ketahanan pangan), dan ekonomi (penyediaan energi biomassa), agroforestri dapat menjadi solusi yang relevan bagi banyak negara, terutama yang masih bergantung pada sektor pertanian. Akan tetapi, keberhasilan implementasi tidak otomatis terjadi. Diperlukan dukungan kebijakan yang konsisten, insentif ekonomi yang jelas, serta keterlibatan masyarakat dalam jangka panjang. Tanpa elemen-elemen ini, agroforestri berisiko hanya menjadi wacana akademis tanpa dampak nyata di lapangan.

 

Kelebihan Penelitian

    Kekuatan artikel ini terletak pada pendekatannya yang holistik dan lintas sektor. Dengan menghubungkan agroforestri ke dalam kerangka water–food–energy nexus, artikel ini berhasil menempatkan agroforestri sebagai pendekatan sistemik, bukan sekadar praktik pertanian sederhana. Artikel ini juga bersifat kritis, karena tidak hanya menyoroti potensi positif, tetapi juga tantangan nyata dalam implementasi. Dari sisi akademik, artikel ini menyumbang pada integrasi pengetahuan multidisiplin, yang sangat dibutuhkan dalam isu keberlanjutan global.


Kekurangan Penelitian

    Meskipun kaya secara konseptual, artikel ini memiliki beberapa kelemahan penting. Pertama, sebagai review, artikel ini tidak menyajikan data primer sehingga kontribusinya lebih pada wacana teoretis ketimbang bukti empiris baru. Kedua, analisis cenderung berada pada level makro (global), sementara dinamika mikro di tingkat komunitas petani kecil kurang mendapat perhatian. Padahal, keberhasilan agroforestri justru sangat ditentukan oleh konteks lokal, termasuk akses terhadap lahan, modal, dan teknologi. Ketiga, aspek sosial masih kurang dieksplorasi, misalnya dampak terhadap kesejahteraan petani, isu kesetaraan gender, atau distribusi manfaat ekonomi.

 

Novelty

    Kebaruan artikel ini terletak pada sintesis kritis yang mengintegrasikan tiga dimensi utama agroforestri-biomassa, penyerapan karbon, dan water–food–energy nexus-ke dalam kerangka keberlanjutan global. Sebelumnya, penelitian tentang agroforestri seringkali membahas salah satu aspek secara terpisah. Artikel ini menyatukan ketiganya dalam perspektif sistemik, sehingga menegaskan peran agroforestri bukan hanya untuk konservasi lingkungan, tetapi juga sebagai strategi pembangunan lintas sektor. Novelty ini penting karena menawarkan sudut pandang integratif yang sejalan dengan pendekatan SDGs, yang menekankan keterhubungan antara genda pembangunan.


Comments

Popular posts from this blog

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Studi kasus KKN Tematik, community service

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Teori belajar sains